Dilematis UAN

Negara yang ingin menjadi lebih baik, tentu akan membuat sistem pendidikan yang lebi baik pula, karena semua pasti setuju sistem pendidikan yang baik, (mudah-mudahan) akan menciptakan anak-anak bangsa yang berpikir baik, dan berkelakuan baik, dan ketika itu tercipta, maka akan tercipta negara yang makmur aman, dan sentosa aamiin…..

Ok, tetapi sekarang apakah sistem yang ada sudah baik, cukup baik, atau malah mengalami kemunduran? kita bisa lihat dari sistem ujian akhir nasional yang terlalu “memaksa” para siswa untuk bisa lebih bekerja keras lagi untuk bisa mencapai target lulus, karena mereka harus bisa memenuhi target dengan 6 mata pelajaran yang diujikan untuk tingkat SMA, dari yang sebelumnya hanya tiga pelajaran, apakah ini sebuah jaminan untuk para generasi muda bangsa ini bisa meneruskan perbaikan negara ini?, dan apakah para siswa sendiri, atau bahkan para pengajar sudah siap dengan ini?. Hal-hal yang terjadi justru sebuah “chaos” pendidikan.

Mungkin saya terlalu berlebihan, bila ini dikatakan chaos, karena memang itulah yang terjadi, sebab banyak sekolah yang menghalalkan segala cara untuk membuat para siswanya lulus, seperti “membeli” soal. Dan mengapa sistem kelulusannya tidak dilihat dari tiga tahun siswa tersebut sekolah?, dan seolah-olah para siswa sekolah hanya untuk mendapatkan ijazah atau hanya untuk lulus.

Kalau tidak salah satu tahun yang lalu, di daerah NTT, ada satu sekolah yang seluruh siswanya tidak lulus, dan para siswa yang tidak lulus itu melampiaskannya dengan menghancurkan gedung sekolah yang menjadi almamater mereka, ini merupakan suatu bukti bahwa kita belum siap semuauntuk mengahadapi sistem seperti ini, dan sistem inipun tidak menjadi solusi yang lebih baik bagi para generasi muda di bangku sekolah.

Memang kita semua ingin yang terbaik untuk bangsa kita, terutama para generasi muda, dan sistem ujian nasional adalah salah satu cara untuk mencapai harapan tersebut. Tetapi sebelum sistem itu diterapkan bagaimana kalau fasilitas yang ada disekolah-sekolah, dan guru-guru ditingkatkan terutama di daerah yang tertinggal, agar peraturan tersebut dapat benar-benar mengatasi masalah bukan menambah masalah.

Satu Tanggapan ke “Dilematis UAN”

  1. yaz Berkata:

    membingungkan ya?

Tinggalkan Balasan